5 Myths About Fillers People Still Believe
Do fillers freeze your face? Is one syringe addictive? We take them one at a time.
Tim BeyoutifulJuly 11, 20266 min read
Hampir setiap minggu ada pasien yang duduk di ruang konsultasi kami dan membuka percakapan dengan kalimat yang sama: "Dok, saya sebenarnya takut filler." Ketakutan itu jarang datang dari pengalaman sendiri. Biasanya dari satu foto di internet, satu cerita teman, atau satu selebritas yang hasilnya terlihat berlebihan.
Ada baiknya kita bereskan satu per satu.
Mitos 1: Filler membuat wajah kaku
Yang membuat wajah kaku bukan filler, melainkan toksin botulinum yang ditempatkan berlebihan atau di otot yang salah. Keduanya sering tertukar karena sama-sama disuntik. Filler menambah volume; ia tidak melumpuhkan otot dan tidak mengurangi kemampuan Anda tersenyum atau mengerutkan dahi.
Wajah yang terlihat "berat" atau tidak natural setelah filler hampir selalu soal takaran dan penempatan, bukan soal bahannya.
Mitos 2: Sekali suntik, harus terus
Filler berbasis asam hialuronat diserap tubuh secara bertahap, umumnya dalam 9 sampai 18 bulan tergantung area dan jenis produk. Kalau Anda berhenti, wajah kembali ke kondisi sebelumnya - bukan menjadi lebih buruk.
Anggapan "ketagihan" muncul karena banyak orang menyukai hasilnya dan memilih mengulang. Itu preferensi, bukan ketergantungan fisiologis.
Mitos 3: Hasilnya permanen
Justru sebaliknya, dan itu keunggulannya. Filler asam hialuronat bisa dilarutkan dengan enzim hialuronidase bila hasilnya tidak sesuai harapan. Filler permanen memang ada, tetapi kami tidak menggunakannya - ketika wajah berubah seiring usia, bahan yang tidak bisa ditarik kembali menjadi masalah yang sulit dibereskan.
Mitos 4: Semakin banyak semakin bagus
Ini yang paling sering menghasilkan wajah yang orang sebut "kelihatan sekali". Volume yang ditambahkan harus mengikuti struktur tulang dan lemak wajah Anda sendiri. Menambah terus di satu titik tidak membuatnya makin bagus, hanya makin penuh - dan wajah manusia punya batas proporsi yang mudah dilanggar.
Dalam banyak kasus, satu sampai dua mililiter di titik yang tepat memberi hasil yang lebih baik daripada lima mililiter yang disebar.
Mitos 5: Semua filler sama
Densitas, elastisitas, dan daya ikat air berbeda antar produk. Filler untuk bawah mata tidak sama dengan untuk dagu; area tipis butuh bahan yang lembut, area yang perlu penopang butuh yang lebih padat. Menanyakan merek dan jenis apa yang akan dipakai adalah pertanyaan yang wajar, bukan pertanyaan yang cerewet.
Yang sebaiknya Anda tanyakan
Sebelum menyetujui tindakan, tiga pertanyaan ini lebih berguna daripada mencari ulasan di internet:
- Produk apa yang dipakai, dan mengapa yang itu untuk area saya?
- Berapa lama perkiraan hasilnya bertahan?
- Kalau saya tidak suka hasilnya, apa yang bisa dilakukan?
Dokter yang baik akan senang mendapat pertanyaan itu.
Keep reading
More from the Journal
Begin your journey
Every story starts with a conversation
Bring your questions. We'll listen first, then design a plan that looks like you, not a template.
Book a consultation